Tokoh Squidward Sangat Mempresentasikan Hidup Kita | Spongebob Squarepants

Tokoh Squidward Sangat Mempresentasikan Hidup Kita

VralTimes - Sadarkah kita jika tokoh Squidward dalam serial animasi Spongebob Squarepants sangat mempresentasikan kita? Wajah kita tiap hari? Hidup keseharian kita?

Ia merupakan kepribadian yg sangat dewasa serta realistis dalam kartun ini. Seluruhnya bodoh kecuali Squidward.

Untuk anak-anak kecil yg belum mengerti kehidupan, pasti kepribadian Gurita satu ini merupakan kepribadian yang anti fun, menyebalkan, serta dibenci. Tetapi untuk orang-orang dewasa, ia merupakan potret nyata dari kehidupan itu sendiri. Seluruh orang dewasa hendak menyadari jika Squidward memiliki hak atas tekanan mental, kemarahan, serta anxietynya.

Pemikiran hidupnya kelam serta pesimistik.


Squidward sang gurita merupakan individu introvert yg sedikit antisosial serta lebih aman sendiri tetapi senantiasa ingin bersosialisasi jika itu memanglah butuh, kutu novel yg sinistis, serta bisa jadi ia pula mengidap krisis eksistensial kronis apalagi nihilisme. Ia pula tidak ingin banyak bicara, ditambah dengan wajah kalem serta cueknya yg agak menyebalkan, tetapi ia dapat sangat sarkastik cuma dengan sebagian kalimat yg keluar dari mulutnya, serta humornya juga cuma dapat dimengerti orang dewasa.

Sampai jika kita manusiakan ia jadi wujud Filsuf, Squidward merupakan fusion dari Kierkegaard serta Nietzsche.

Dalam perihal menempuh hidup juga, Squidward benar-benar merupakan kutub Utara, dibandingkan kutub Selatan nya Spongebob.

Jika Spongebob mengembrace hidupnya yg happy absurd dengan watak riang, naif, lugu serta sangat jujur, hingga Squidward kebalikannya: ia memandang hidup bagaikan sesuatu kehampaan yg ingin tidak ingin wajib dijalani.

Ditambah lagi dengan watak temperamen, grumpy serta tidak suka berhubungan, buatnya relatif tidak disukai oleh siapapun di Bikini Bottom kecuali oleh Spongebob serta Patrick( meski kedua orang ini menunjukannya dengan sangat tidak bermoral karna terus jadi orang sebelah yg sangat like a dick.

Squidward merupakan jenis orang yg masa bodoh dengan suasana apapun, pemalas tetapi senantiasa ingin bekerja, bahagia tidur, sangat perfeksionis, bergaya - gaya serta menyayangi diri sendiri, pecinta seni, hobi menghias santapan, menata apik apapun yg terdapat di rumahnya, tidak sangat maniak dengan harta seperti Mr. Krab ataupun kekuasaan seperti Plankton.


Untuk Squidward yang sangat berarti merupakan kehormatan, kenyamanan, serta hobi yg terpenuhi. Karna Aristoteles sempat mengatakan jika kehidupan yg bermutu merupakan kehidupan yg penuh dengan kebahagiaan. Serta Squidward, ia senang dengan triknya sendiri dalam hidup. Ialah dengan tidak mau dikelilingi oleh orang-orang bodoh serta yg tidak dapat menghargai seni.

Squidward menggambarkan jika kebahagiaan hidup merupakan yang berstatuskan eudaimonia, yg berarti hidup dengan baik, hidup penuh penyeimbang serta tidak kelewatan.

Tetapi Squidward pula tidaklah monster yg hingga hati menusuk dari balik, berkhianat, ataupun sisi psikopatik yang lain yg menjadikannya seseorang total bastard.

Ia pula masih memiliki kebaikan, meski ia bilang jika ia tidak memiliki jiwa( kebaikan). Semacam, ia kerap menolong Patrick serta Spongebob dalam sebagian suasana, berikan anjuran kepada Spongebob, serta Squidward pula sempat marah kepada pelanggan yg memperlakukan Spongebob dengan semena- mena kemudian membalasnya, dimana untuk banyak fans, itu merupakan salah satu episode terbaik.

Squidward juga mempunyai kepribadian yg sangat berbudaya di kartun Spongebob Squarepants. Dapat kita amati dari metode ia mengapresiasi tiap wujud seni. Ia pecinta seni, hingga rumahnya saja berupa kepala arca Easter Island, serta di dalam rumahnya terdapat banyak lukisan yg sesungguhnya sangat indah, tetapi sayang masyarakat Bikini Bottom tidak sering terdapat yg mengerti soal seni makanya lukisannya dikira sampah. Squidward menyayangi seni tari, meski tariannya pula dikira aneh. Bisa jadi karna sangat unik.


Squidward juga menggemari musik, meski Tuhan kayaknya tidak menurunkan bakat untuk Squidward buat bermain klarinet. Dimanapun Squidward membuktikan kebolehannya dalam seni, entah itu seni lukis, seni tari, ataupun seni musik. Dunia seakan menutup matanya pada Squidward. Mereka benci dengan seni karya Squidward, bisa jadi karna seni Squidward dikira sangat besar buat dipahami oleh orang - orang awam di Bikini Bottom. Tekad besar Squidward buat jadi seniman sejati kayaknya tidak didukung oleh area sekitarnya.

Karna Bikini Bottom tidaklah area yg artistik serta mengerti seni. Disana, Squidward bagaikan Leonardo da Vinci yg dicampakkan Tuhan di pelosok nowhere.

Tetapi, Squidward, senantiasa jemawa serta terus menyangkal kalau dirinya merupakan‘ seniman sejati’.

Ia masa bodoh dengan perkataan orang-orang, sampai dia berhasil membuktikannya. Semua orang bertepuk tangan saat dia ada di The Super Bowl (dan lagi², ini adalah salah satu episode terbaik bagi para fans).

Ia pula mengerti kultur serta sejarah karna hobi membaca, so Squidward thinks hes an intellectual. Squidward merupakan individu yg liberal- konservatif. Liberal, karna ia hidup bagaikan wujud yg individualis, lebih suka menyendiri serta gak perlu banyak orang buat menikmati hidup serta mengasyikkan diri sendiri.

Semacam dikala ia minum teh tanpa kawan sembari menikmati telur-telur yang dihias dengan permata, melukis, tidur, beres-beres rumah, berkebun, serta berjemur. Dia juga punya prinsip semacam orang-orang liberalis, yaitu, tidak akan mengganggu kalau tak diganggu.

Serta konservatif, karna Squidward suka dengan hal-hal yg realistik, tertarik dengan seni berestetika besar, mematuhi pola serta keteraturan, bahkan Squidward gak akan segan² untuk menyebut mereka yg tak mengikuti aturan sebagai, “ orang-orang yang tidak beradab”( meski ini berbenturan dengan kenyataan kalau ia kerap tidur di dikala jam kerja.

Squidward merupakan kita, para dewasa yang terjebak dengan realita kehidupan yang jauh panggang dari api.